Bali Sebagai Destinasi Pariwisata Yang Siap Bersaing Dalam Global

Siapa yang tidak mengenal Pulau Bali? Bali merupakan pariwisata yang diakui oleh seluruh dunia akan keindahan alam dan kekayaan budayanya yang sangat kental, pantai di Balipun merupakan salah satu dari 10 pantai terbaik di Dunia. Objek wisata yang berada di Pulau Bali memang sangat populer bagi para traveler. Bukan hanya turis lokal yang dtang ke tempat ini, banyak turis asing yang jauh-jauh datang untuk menikmati keunikan Pulau Bali. Pulau Bali merupakan pulau yang berada di kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan paling terkenal di hampir penjuru dunia. Julukan dari Bali sendiri bermacam-macam, ada yang mengenal Bali sebagai Pulau Dewata, Pulau Surga dan ada pula yang menjulukinya sebagai Pulau Seribu Pura.

Pulau ini menyimpan keindahan alam dan keunikan budaya yang masih melekat hingga saat ini. Keindahan Pulau Dewata Bali tak henti membuat banyak wisatawan terkagum. Salah satu yang menarik adalah wujud seni serta budaya Bali yang diwujudkan dalam bentuk Pura. Selain itu keramah tamahan dari penduduknya juga menjadi ciri khas dari Pulau Bali, dan bisa membuat kita betah berlama-lama berwisata ke destinasi Pulau Seribu Pura ini. Pura atau tempat ibadah umat Hindu merupakan tempat yang kental dengan adat, seni, serta budaya. Bahkan beberapa Pura yang ada di Bali telah menjadi ikon pariwisata yang menampilkan keindahan serta keunikan arsitektur bangunan dari masa kerajaan Bali.  

Sebagai tempat wisata yang paling terkenal di Indonesia dan memiliki resort yang dipadu dengan keindahan pantai yang mempesona, serta gemerlap kehidupan malamnya, menjadikan Pulau Bali sebagi tempat wisata terbaik Dunia (World’s Best Island) versi Majalah Travel pada tahun 2009 dan ditahun 2010 juga memperoleh penghargaan dengan peringkat ke dua Best of Travel 2010 versi Majalah Leasure.

Daya tarik utama pariwisata Bali terdapat pada tempat wisata alam, salah satunya adalah tempat wisata pantai. Hampir semua wisatawan yang berlibur di Bali, pastinya akan mengunjungi tempat wisata pantai. Terutama objek wisata pantai yang memiliki pasir putih dengan pemandangan sunset. Pulau Bali memiliki banyak pantai pasir putih dan pantai pasir hitam.  

10 pantai terindah di Bali dengan pasir putih bersih, pemandangan sunset, populer dan layak dikunjungi antara lain:

  • Pantai Nusa Dua
  • Pantai Jimbaran
  • Pantai Kuta
  • Pantai Pandawa
  • Pantai Sanur
  • Pantai Karma Kandara
  • Pantai Tanah Lot
  • Pantai Virgin
  • Pantai Dreamland
  • Pantai Menjangan

Dengan melihat banyaknya destinasi wisata yang marak dikunjungi tamu domestik maupun asing dari berbagai negara, ini menjadi acuan Bali sebagai destinasi pariwisata yang siap bersaing di dalam dunia. Dengan lebih mengedepankan infrastruktur demi terciptanya destinasi wisata yang aman dan berkualitas. Karena sekarang banyak destinasi wisata yang menarik dan belum sering dikunjungi masyarakat, namun akses untuk menuju tempat wisata tersebut sangatlah susah dan tidak aman.

YouTuber asal Indonesia yang mendapat gelar YouTuber pertama di ASEAN dengan sepuluh juta subscriber ini keluhkan fasilitas transportasi dan keamanan di nusa Indonesia dan apa yang dirasakannya juga sama dengan yang menimpa seorang warga negara asing yang berada di Tanah Air. Intinya jangan sampai ada kejadian orang hilang dan kejadian sejenisnya karena infrastruktur menuju tempat wisata tidak memadai. YouTuber kaya, Atta Halilintar mendadak memberikan saran terkait fasilitas, transportasi dan keamanan di negara ini begitu mengkhawatirkan. Cerita Atta mengenai Indonesia disampaikan di Instagram. Saat itu, dia sedang berfoto di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali.

Keluh kesal Atta Halilintar soal fasilitas transportasi dan keamanan di Indonesia juga berdasarkan survei. Apa yang dirasakannya juga sama dengan yang menimpa seorang warga negara asing yang berada di Tanah Air. Jadi hal-hal seperti ini haruslah diperhatikan oleh pemerintah setempat supaya Pulau Bali dapat menyuguhkan destinasi wisata yang menarik dan aman untuk dikunjungi oleh para pecinta traveling yang ingin mengunjungi tempat wisata yang sedang hype dan menjadi tren. Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur terus diupayakan dan ditingkatkan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan untuk dapat memudahkan masyarakat melakukan destinasi wisata ke daerah-daerah yang memiliki potensi wisata.

Tips Memulai Bisnis Kuliner Dari Nol

Membuka usaha tentu bukanlah hal yang mudah. Anda perlu memikirkan dengan matang, produk, atau jasa apa yang akan dijual, target pasarnya, strategi pemasaran, sampai ciri khas yang akan ditonjolkan pada barang yang akan anda tawarkan. Dalam hal ini, anda juga harus pandai melihat peluang usaha yang menjanjikan dan oke untuk menjadi usaha jangka panjang. Bukan hanya usaha musiman yang sekedar ikut tren pasar, booming sesaat, lalu mati. Melainkan anda harus bisa membuat usaha tersebut berkembang pesat dengan melakukan inovasi dan dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan tren yang ada di lingkungan masyarakat.

Ide peluang bisnis bisa datang dari mana saja, termasuk disekitar anda. Sebagai contoh yaitu jika anda melihat adanya peluang sedikit saja, seperti ibu atau ayah, bibi atau paman, saudara, dan mungkin diri anda sendiri memiliki hobi memasak dan sangat menyukai wisata kuliner, anda bisa mencoba untuk melakukan bisnis kuliner. Karena hobi makan anda dapat menghasilkan suatu rejeki dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Peluang bisnis kuliner ini sangatlah menjanjikan pada periode jangka panjang. Logikanya, setiap orang pasti memerlukan makanan dan tidak bisa hidup tanpa nyemil makanan ringan. Lagipula makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok semua orang. Jadi, bisnis kuliner memang tidak pernah ada matinya, asalkan makanan dan minuman tersebut memiliki ciri khas tersendiri yang mengingatkan banyak orang jika menyantapnya, memiliki rasa atau taste yang enak sehingga membuat orang yang sudah pernah menyantapnya akan merasakan rindu untuk segera mencicipinya kembali, dan yang paling penting adalah inovatif dalam menciptakan kreasi makanan supaya konsumen tidak bosan.

Jadi produk makanan atau minuman yang anda jual berbeda dengan para kompetitor yang lain. Bisnis kuliner yang dapat anda geluti antara lain katering, kue basah maupun kering, makanan ringan manis atau asin, dan makanan-makanan yang dapat anda inovasikan seenak mungkin. Ide dapat terbesit secara spontan maupun tidak, mungkin karena memiliki hobi traveling dan wisata kuliner ke suatu tempat bisa menjadi salah satu pencapaian untuk memulai usaha kuliner. Salah satu contoh, akhir-akhir ini banyak makanan berbau salted egg tersebar di Indonesia. Ide dari makanan ini yaitu owner ‘Eatlah’ sebagai pelopor chicken salted egg pertama di Indonesia. Kuliner ini terkenal di negara Singapura. Berawal dari kerinduan akan makanan Indonesia di Singapura. Tiga anak muda Charina Prinandita, Riesky Vernandes, dan Michael Veryanto mulai membuat makanan bersaus telur asin yang diberi nama Eatlah. Mereka pun mencoba untuk membuat makanan salted egg chicken ini sendiri dan berhasil. Karena cara membuatnya pun mudah dan simple, hanya membutuhkan nasi, telur, dana yam bersaus telur asin, lagipula menurut mereka itu mirip makanan Indonesia. Dengan melakukan percobaan dibutuhkan waktu 7 bulan sampai rasanya benar-benar bisa diterima oleh lidah orang Indonesia.

Dengan melihat banyak pengalaman dari para pengusaha kuliner yang sudah berhasil menjajakan makanannya di Indonesia, saya memiliki ide untuk mencoba membuka bisnis kuliner makanan ringan asin atau manis dari daerah tertentu yang belum populer di kalangan masyarakat. Dengan dilakukannya inovasi-inovasi yang kreatif sehingga makanan tesebut disukai dikalangan generasi milenial. Apalagi generasi sekarang adalah generasi yang suka mencoba atau mencicipi akan hal-hal yang baru, unik, dan kekinian. Jadi dengan memulai bisnis kuliner yang berbeda dengan yang lain, unik, dan enak akan menjadi daya tarik tersendiri di mata konsumen.

Untuk itu tips-tips memulai suatu usaha kuliner dengan lancar antara lain:

  1. Siapkan modal usaha

Sebuah bisnis tentu tidak bisa berjalan tanpa adanya modal. Lebih baik menyiapkan modal seminimal mungkin. Pertama-tama sebelum menyiapkan hal lainnya, ketahui dulu berapa jumlah modal yang anda punya. Berangkat dari sana, anda akan lebih mudah dalam menentukan jenis kuliner apa yang akan menjadi usaha anda.

  • Pahami pasar yang anda tuju

Setelah mengetahui jumlah modal yang anda miliki, saatnya menentukan pasar yang anda tuju. Misalnya anda ingin membangun sebuah warung makan di daerah universitas. Sewalah tempat yang strategis agar keberadaan warung makan anda mudah diketahui orang, dari sini anda juga bisa menetapkan harga jual. Apabila lokasi universitas tersebut berada di pusat kota, maka anda bisa tetapkan harga yang lebih tinggi.

  • Ketahui keunikan bisnismu

Setiap bisnis harus memiliki factor pembeda atau unique selling point supaya bisa bertahan dalam persaingan. Dalam usaha kuliner, kamu bisa menentukan menu andalan yang bisa menjadi keunikan.

  • Pilih pemasok bahan baku tetap

Untuk kelancaran produksi, sebaiknya kamu memilih satu pemasok bahan baku yang akan terus-terusan digunakan. Hal ini berguna untuk menciptakan rasa makanan yang konsisten.

  • Buat strategi pemasaran yang tepat

Susun strategi pemasaran yang tepat. Promosi dari mulut ke mulut memang paling tepat digunakan untuk memasarkan bisnis kuliner.

Dampak Internet 4.0 Pada Pariwisata

Semakin hari teknologi dan informasi yang tersedia pada jaman milenial sudah lebih canggih dari sebelumnya. Canggihnya teknologi dan informasi dapat diukur dari kecepatan dan ketepatan informasi yang diterima sehingga hal ini memudahkan masyarakat pada umumnya.

Pada revolusi industry 1.0 tumbuhnya mekanisasi dan energi berbasis uap dan air. Tenaga manusia dan hewan tergantikan kemunculan mesin. Revolusi 1.0 ini bisa meningkatkan perekonomian yang luar biasa.

Revolusi industry 2.0 perubahannya ditandai oleh berkembangnya energy listrik dan motor penggerak. Pesawat telepon, mobil, dan pesawat terbang menjadi contoh pencapaian tertinggi.

Perubahan yang berkembang selanjutnya terjadi pada revolusi industri 3.0. Ditandai dengan tumbuhnya industry berbasis elektronika, teknologi informasi, serta otomatisasi. Sementara teknologi digital dan internet mulai dikenal pada akhir era ini. Revolusi industry 4.0 ditandai dengan berkembangnya Internet of/for Things, kehadirannya sangat cepat dan begitu tak terkendali.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah meluncurkan program Making Indonesia 4.0 yang merupakan roadmap terintegrasi dan kampanye untuk mengimplementasikan strategi menghadapi era revolusi industri 4.0. Sebagai langkah awal dalam menjalankan Making Indonesia 4.0, terdapat lima industri yang menjadi fokus implementasi industry 4.0 di Indonesia, yaitu:

  • Makanan dan Minuman
  • Tekstil dan Pakaian
  • Otomotif
  • Kimia
  • Elektronik

Pada industry 4.0 teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Secara keseluruhan, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

Revolusi industry 4.0 akan membawa dampak banyak perubahan dengan segala konsekuensinya, industri akan semakin efektif dan efisien. Namun ada pula risiko yang mungkin muncul, misalnya berkurangnya SDM atau Sumber Daya Manusia karena digantikan oleh mesin atau robot.

Industri 4.0 di Indonesia akan menarik investasi domestik maupuk luar negeri di Indonesia, karena industry di Indonesia lebih produktif dan sanggup bersaing dengan negara-negara lain, serta meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia dalam mengadopsi teknologi.

Dunia saat ini memang tengah mencermati revolusi industri 4.0 ini secara seksama. Berjuta peluang ada di situ, tapi di sisi lain terdapat berjuta tantangan yang harus di hadapi.

Dalam mendorong pengembangan pariwisata, sangat penting perkembangan teknologi, guna membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) 2018 yang lalu dengan membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital. Dalam penerapan menuju Pariwisata 4.0 dibutuhkan unsur lain, salah satunya adalah Generasi milenial yang sudah berkompeten dalam industri revolusi 4.0. Generasi milenial merupakan generasi yang paling dominan dalam penggunaan internet. Dimana internet dimanfaatkan untuk mengenalkan potensi wisata daerah dan destinasi wisata kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional.

Generasi milenial sangat menyukai menghabiskan waktu senggangnya untuk melakukan traveling atau destinasi wisata ke daerah-daerah yang memiliki wisata daerah yang unik dan menarik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet generasi yang memiliki hobi traveling dikolaborasikan dengan pengenalan tempat wisata ke dalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.

Dapat dilihat dengan banyak bermunculan YouTuber yang memiliki content destinasi wisata ke daerah-daerah terpencil maupun sebaliknya di Indonesia. Dengan mengenalkan atraksi, budaya daerah, produk handmade yang unik dari daerah tersebut, serta membagikan pengalaman berwisata tersebut kepada para masyarakat. Ini membuat pemanfaatan media sosial dan hubungan masyarakat dengan Internet adalah pilihan yang tepat dan praktis untuk promosi potensi wisata yang ada di Indonesia. Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur terus diupayakan dan ditingkatkan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan untuk dapat memudahkan masyarakat melakukan destinasi wisata ke daerah-daerah yang memiliki potensi wisata. Namun kita melihat begitu minim informasi tentang potensi-potensi pariwisata yang ada di dunia digital dan kurang update sehingga mempersulit para pengunjung yang berasal dari luar daerah secara umum dan para wisatawan yang secara khusus untuk datang ke daerah tersebut.

YouTuber asal Indonesia yang mendapat gelar YouTuber pertama di ASEAN dengan sepuluh juta subscriber ini keluhkan fasilitas transportasi dan keamanan di Indonesia dan apa yang dirasakannya juga sama dengan yang menimpa seorang warga negara asing yang berada di Tanah Air. Intinya jangan sampai ada kejadian orang hilang dan kejadian sejenisnya karena infrastruktur menuju tempat wisata tidak memadai.

Dengan memasuki industri 4.0, cara-cara berwisata atau traveling lama mulai ditinggalkan. Dan munculnya teknologi seperti ketersediaan wi-fi, sinyal 4G atau LTE yang kuat, serta berbagai macam travel agen berbasis aplikasi yang tersedia pada hand phone baik para pengguna ios maupun android yang sangat dimanfaatkan oleh wisatawan masa kini. Perkembangan teknologi dan cara berwisata yang baru ini sangat erat kaitannya dengan munculnya generasi baru yaitu wisatawan milenial yang merupakan populasi generasi terbesar di dunia. Ciri-ciri generasi milenial ini dapat dilihat dengan melihat seberapa sering mereka menggunakan teknologi atau bisa dikatakan sebagai pengguna teknologi aktif, memiliki 3-5 perangkat teknologi, pengguna aktif medsos atau media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, Whatsapp, Line, Youtube, dan lain-lain serta hobi melakukan destinasi wisata hingga lima kali dalam setahunnya.

Travel Digital di Era Milenial

Di era digital 2019 ini, tren berwisata atau traveling terus meningkat sepanjang tahun. Ternyata para traveler milenial yang saat ini berusia 18-35 tahun atau lebih populer dengan nama generasi Y, berlibur bukan hanya untuk refreshing melainkan mencari ide-ide baru. Terlebih yang berhubungan untuk aktivitas atau kegiatan profesi mereka maupun sekedar mencari wawasan dan pengetahuan baru. Lalu ide-ide baru itu akan dikembangkan dan diaplikasikan di bidang usahanya dan menghasilkan kreativitas baru. Jadi valuenya bukan hanya sekedar melepas penat dan ‘narsis’ sana-sini seperti kebanyakan remaja jaman sekarang.

Kata ‘narsis’ selama traveling ini dapat diartikan dengan mengambil foto selfie dan/atau wefie di setiap aktivitas yang dilakukan selama traveling. Di era serba digital dan era sekarang atau populer dengan sebutan ‘jaman now’, kegiatan ‘narsis’ adalah normal adanya. Terkadang dengan adanya kegiatan ‘narsis’ yang dilakukan para traveler milenial ini, sangatlah berguna dalam mempromosikan destinasi wisata yang mereka kunjungi dan juga sangat menguntungkan untuk membangun pariwisata terutama tempat wisata yang masih sedikit dijamah oleh masyarakat.

Namun yang perlu diingat dan diperhatikan dari berwisata atau traveling ala milenial adalah jangan sampai esensi berwisata ini digantikan dengan melakukan aktivitas narsis. Karena penting adanya untuk menikmati produk pariwisata dan atraksi yang disuguhkan dalam melakukan destinasi wisata. Sehingga lebih memahami dan mengenal budaya destinasi wisata yang dikunjungi.

Dalam hal traveling, para milenial memilih hal yang praktis dan mudah dilakukan. Dimulai dari pemilihan tujuan wisata, tiket pesawat, hotel atau tempat tinggal, akomodasi dan lainnya dipilih dengan efektif dan efisien supaya tidak menghabiskan banyak waktu dan pikiran. Karena masyarakat milenial atau anak jaman now yang populer dengan sebutan ‘kid jaman now’ lebih menyukai hal-hal yang simple dan tidak menghabiskan waktu serta tenaga mereka.

Karakteristik wisatawan milenial diberbagai regional bisa berbeda-beda. Misalnya milenial Amerika punya moto ‘work hard play hard’, dimana mereka menyukai traveling jarak jauh atau long destination, dengan pengeluaran yang besar. Sementara wisatawan China juga terbilang high spender dan suka berbelanja, berwisata dengan mengambil tour package atau paket tur yang disediakan dan mencari destinasi populer.

Lantas, bagaimana dengan milenial Indonesia? Karakter milenial Indonesia yakni impulsive holidays. Hari kejepit penting dan sering dimanfaatkan untuk berwisata. Selain itu mereka memperhitungkan biaya dan budget travel. Dalam perkembangannya, saat berwisata tak jarang mereka menawarkan jasa titipan atau jastip pada media sosial mereka. Ini dikarenakan gaya hidup milenial Indonesia sudah berubah banyak dan juga terbesit ide atau pikiran bisnis mereka untuk memperoleh uang selagi menikmati destinasi wisata favoritnya.

Berbagai proses yang dilakukan sebelum mereka traveling yaitu, mereka sering melihat ulasan sebuah tempat/ destinasi wisata dari video, V-LOG di Youtube. Dimana sekarang sudah tidak sedikitnya youtuber yang menyajikan V-LOG review destinasi wisata, dan ini menjadi tontonan keseharian masyarakat untuk ditonton, sehingga menjadi makanan sehari-hari ‘kid jaman now’. Karena para youtuber tersebut sudah terlebih dulu melakukan traveling dan memiliki pengalaman otentik selama berwisata di destinasi wisata tersebut. Para milenial akan melihat review, komen, postingan di media sosial seperti Youtube, Instagram, Facebook, dan lain-lain untuk menentukan tempat destinasi wisata yang akan dikunjunginya.

Setelah mereka menentukan tujuan destinasi wisatanya. Masyarakat era milenial akan menggunakan fasilitas media online yang tersedia pada gadget mereka untuk memikirkan pilihan transportasi, akomodasi serta mendapatkan tiket untuk menuju destinasi wisata tersebut. Mereka lebih suka menggunakan jasa destinasi wisata yang berbasis aplikasi, bukan lagi konvensional. Banyak fasilitas travel di media sosial yang tersedia seperti Traveloka, PegiPegi, Tiket.com, Airy Rooms, Nusa Trip, yang populer dikalangan masyarakat dan banyak dipergunakan.

Dengan adanya kemajuan dan perkembangan teknologi di era milenial ini, pelaku bisnis pariwisata perlu mengantisipasi dengan perubahan ini. Perubahan ini menjadi salah satu tantangan besar bagi pelaku bisnis pariwisata di Tanah Air untuk segera menyesuaikan bisnis model sesuai dengan market segment. Jika hal ini tidak secepatnya dilakukan maka jelas pelaku bisnis akan tertinggal apalagi saat ini era digital, dimana semua dilakukan secara digital yang butuh kecepatan, kelengkapan data dan informasi, praktis, efektif, dan efisien.

Di era digital ini, kaum milenial sebagai pemeran utama dalam menggunakan teknologi dan mengakses informasi di dunia maya. Bahkan kaum generasi Y ini, mudah terlihat kegemaran mereka berwisata, traveling, suka berpetualang dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Minimnya pengalaman tidak mengurungkan niat kaum milenial untuk mengeksplor hal-hal baru yang ingin dikenal dan diketahuinya. Ini yang membedakan generasi sebelumnya yang sudah berpengalaman dan lebih menyukai aktivitas rutinitas yang sudah jelas.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started